Kata Sambutan Konsul Jenderal Furugori Toru
2025/6/5

Konsul Jenderal Furugori Toru
Curriculum Vitae Konsul Jenderal Furugori Toru
Kepada Para Sahabat di Indonesia,
Perkenalkan saya Furugori Toru dan bertugas sebagai Konsul Jenderal Jepang di Medan. Mohon bantuannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Jepang dan Indonesia telah berkembang secara dinamis di berbagai bidang. Ini adalah penugasan pertama saya di Indonesia, dan saya merasa sangat senang dapat terlibat dalam hubungan Jepang-Indonesia pada saat ini, sekaligus menyadari betapa besar tanggung jawab yang saya emban.
Konsulat Jenderal Jepang di Medan memiliki wilayah kerja yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau.
Meskipun saya baru saja tiba di sini, saya merasa bahwa filosofi “Bhinneka Tunggal Ika” yang diusung oleh Indonesia juga diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di sini. Masyarakat saling mendukung satu sama lain, mengatasi perbedaan suku, agama, dan budaya. Saya percaya bahwa filosofi ini adalah kunci bagi Jepang dan Indonesia untuk mengatasi berbagai perbedaan dan mewujudkan tujuan bersama.
Sebelum bertugas di Medan, saya menghadiri National Day Indonesia di Osaka-Kansai Expo dan menyaksikan penampilan penyanyi Indonesia, Tulus. Meskipun saya tidak memahami lirik bahasa Indonesia sama sekali, namun suaranya seakan menyihir dan langsung menyentuh hati saya. Itu adalah pengalaman yang luar biasa. Para orang Jepang yang berada di samping saya mendengarkan nyanyiannya dengan mata berkaca-kaca. Ketika itu, saya merasa bahwa orang-orang dari kedua negara memiliki kepekaan yang sama, dan hal itu memungkinkan kita untuk saling memahami.
Hubungan antar-negara didukung oleh komunikasi dari hati ke hati antara masyarakat. Untuk memperdalam dan mempererat hubungan antara Jepang dan Indonesia, kami akan berupaya menjadikan Konsulat Jenderal Jepang di Medan yang lebih dekat dan dapat dipercaya bagi warga Jepang maupun Indonesia. Mohon dukungan dan kerja samanya.
Kata Sambutan Konjen Furugori pada Resepsi HUT Sri Baginda Kaisar Jepang Naruhito (12 Februari 2026)
Yang terhormat,
-Staf ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat : Ir. Alfi Syahriza, ST, M.Eng, Sc
-Para Konsul Jenderal dan Konsul Kehormatan dari berbagai negara
-Para tokoh masyarakat, dan hadirin sekalian,
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semuanya.
Atas nama Pemerintah Jepang, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para tamu undangan di Resepsi Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang pada hari ini.
Yang Mulia Kaisar Jepang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-66 pada tanggal 23 Februari mendatang. Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk memiliki kesempatan untuk merayakan momen yang istimewa ini bersama para tamu undangan pada hari ini.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para hadirin yang selalu memberikan kontribusi besar bagi pengembangan hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia.
Pertama-tama, saya menyampaikan belasungkawa kepada para korban jiwa akibat hujan lebat dan banjir bandang yang terjadi pada November tahun lalu. Saya menyampaikan rasa duka cita yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan.
Saya juga menyampaikan rasa simpati kepada semua korban yang masih menghadapi kesulitan hingga saat ini. Saya berdoa sepenuh hati agar situasi segera membaik sehingga para korban yang terdampak dapat tenang dan tersenyum lagi.
Saya datang dari Tokyo dan mulai bertugas di Medan sejak bulan Juni tahun lalu. Ini adalah pertama kalinya saya bekerja di Indonesia.
Konsulat Jenderal Jepang di Medan memiliki 6 wilayah kerja, yaitu Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Selama penugasan saya, saya beruntung memiliki kesempatan untuk mengunjungi keenam provinsi ini. Saya mendapat sambutan dengan senyum yang hangat dari setiap daerah yang saya kunjungi, serta menikmati menyaksikan tarian tradisional dan mencicipi makanan lokal yang pedas dan bervariasi sambil berkeringat.
Pada bulan Mei tahun lalu, sebelum penugasan saya di Medan, saya berkesempatan untuk mengagumi keindahan dan tradisi mendalam dari kain tradisional Indonesia di Expo Osaka-Kansai. Kemudian, saya "bertemu kembali" dengan salah satu kain tradisional, yaitu ulos, di Medan. Masyarakat setempat menyampirkan ulos di bahu saya sebagai tanda penyambutan. Saya merasakan akan hubungan persahabatan dan kerja sama yang kuat dan indah dari kain tenunan yang dijahit dengan menyilangkan benang secara vertikal (lungsi) dan benang secara horizontal (pakan) dari posisi penenun.
Kain tradisional Indonesia dijahit dengan menyilangkan benang lungsi yang dinamis dan benang pakan yang berwarna dari posisi penenun. Saya menyaksikan akan hubungan persahabatan dan kerja sama yang kuat dan indah dari kain tenunan.
Pertama, saya mengibaratkan"benang lungsi" sebagai nilai-nilai universal yang kita berbagi seperti kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan pasifisme. Nilai-nilai ini tidak terlihat langsung, tetapi menjadi kerangka yang kokoh yang menopang hubungan kedua negara. Kerangka yang kokoh ini juga berkontribusi besar pada kemakmuran kedua negara, serta perdamaian di Kawasan.
Nilai-Nilai ini juga sudah dipastikan saat pertemuan puncak kedua negara dan "Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2)" pada tahun lalu.
Yang kedua, saya mengibaratkan "benang pakan" sebagai kerja sama konkret yang membuat hubungan kedua negara kita dinamis di berbagai bidang, mulai dari pasokan listrik dan air, pengembangan pelabuhan, pencegahan bencana, medis, pendidikan, hingga pendidikan bahasa Jepang.
Di antara kerja sama ini, hubungan ekonomi dan bisnis ibarat "benang pakan" penting yang mendukung pembangunan kedua negara lebih lanjut. Jepang memiliki pasar yang berskala besar dan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan investasi modal perusahaan swasta yang mencapai rekor tertinggi. Saya percaya bahwa peningkatan investasi langsung antara kedua negara dan revitalisasi kegiatan ekonomi akan semakin memperkaya tenunan "benang pakan" ini. Pemerintah Jepang juga secara aktif menarik investasi asing, termasuk melalui "Program Promosi Investasi Langsung ke Jepang 2025", dan mendukung perusahaan asing untuk bisa masuk ke pasar Jepang melalui JETRO.
Makanan dan sake Jepang yang kami hidangkan hari ini juga merupakan pertukaran budaya sebagai salah satu "benang pakan". Untuk para hadirin sekalian, nanti silakan menikmati washoku dan sake Jepang.
Sebagaimana sudah saya sampaikan, hubungan Jepang-Indonseia ibratanya tenunan yang dijahit dengan menyilangkan benang lungsi yang dinamis dan benang pakan yang berwarna dari posisi penenun.
Hubungan yang telah terjalin dengan dinamis dan berwarna-warni perlu kita membuat lebih kokoh dan indah, serta meneruskan ke generasi berikutnya. Itulah misi utama kita.
Saya bersama rekan-rekan Konsulat Jenderal Jepang di Medan akan terus menenun kain persahabatan kita dengan "benang lungsi" dan "benang pakan" yang beragam dan dinamis. Untuk itu, saya memohon dukungan dan kerja sama dari para hadirin sekalian.
Meskipun masyarakat Jepang dan Indonesia secara geografis terpisah, kita adalah "sahabat dari hati ke hati"yang terhubung secara mendalam. Marilah kita berjalan bersama menuju masa depan dengan bergandengan tangan.
Akhir kata, semoga hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia akan terus berkembang dengan kuat untuk selama-lamanya, dan untuk para korban yang terdampak banjir bandang, saya berharap agar kondisi segera membaik dan terwujud masa depan yang cerah dan penuh harapan.
Terima kasih.
-Staf ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat : Ir. Alfi Syahriza, ST, M.Eng, Sc
-Para Konsul Jenderal dan Konsul Kehormatan dari berbagai negara
-Para tokoh masyarakat, dan hadirin sekalian,
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semuanya.
Atas nama Pemerintah Jepang, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para tamu undangan di Resepsi Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang pada hari ini.
Yang Mulia Kaisar Jepang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-66 pada tanggal 23 Februari mendatang. Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk memiliki kesempatan untuk merayakan momen yang istimewa ini bersama para tamu undangan pada hari ini.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para hadirin yang selalu memberikan kontribusi besar bagi pengembangan hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia.
Pertama-tama, saya menyampaikan belasungkawa kepada para korban jiwa akibat hujan lebat dan banjir bandang yang terjadi pada November tahun lalu. Saya menyampaikan rasa duka cita yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan.
Saya juga menyampaikan rasa simpati kepada semua korban yang masih menghadapi kesulitan hingga saat ini. Saya berdoa sepenuh hati agar situasi segera membaik sehingga para korban yang terdampak dapat tenang dan tersenyum lagi.
Saya datang dari Tokyo dan mulai bertugas di Medan sejak bulan Juni tahun lalu. Ini adalah pertama kalinya saya bekerja di Indonesia.
Konsulat Jenderal Jepang di Medan memiliki 6 wilayah kerja, yaitu Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Selama penugasan saya, saya beruntung memiliki kesempatan untuk mengunjungi keenam provinsi ini. Saya mendapat sambutan dengan senyum yang hangat dari setiap daerah yang saya kunjungi, serta menikmati menyaksikan tarian tradisional dan mencicipi makanan lokal yang pedas dan bervariasi sambil berkeringat.
Pada bulan Mei tahun lalu, sebelum penugasan saya di Medan, saya berkesempatan untuk mengagumi keindahan dan tradisi mendalam dari kain tradisional Indonesia di Expo Osaka-Kansai. Kemudian, saya "bertemu kembali" dengan salah satu kain tradisional, yaitu ulos, di Medan. Masyarakat setempat menyampirkan ulos di bahu saya sebagai tanda penyambutan. Saya merasakan akan hubungan persahabatan dan kerja sama yang kuat dan indah dari kain tenunan yang dijahit dengan menyilangkan benang secara vertikal (lungsi) dan benang secara horizontal (pakan) dari posisi penenun.
Kain tradisional Indonesia dijahit dengan menyilangkan benang lungsi yang dinamis dan benang pakan yang berwarna dari posisi penenun. Saya menyaksikan akan hubungan persahabatan dan kerja sama yang kuat dan indah dari kain tenunan.
Pertama, saya mengibaratkan"benang lungsi" sebagai nilai-nilai universal yang kita berbagi seperti kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan pasifisme. Nilai-nilai ini tidak terlihat langsung, tetapi menjadi kerangka yang kokoh yang menopang hubungan kedua negara. Kerangka yang kokoh ini juga berkontribusi besar pada kemakmuran kedua negara, serta perdamaian di Kawasan.
Nilai-Nilai ini juga sudah dipastikan saat pertemuan puncak kedua negara dan "Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2)" pada tahun lalu.
Yang kedua, saya mengibaratkan "benang pakan" sebagai kerja sama konkret yang membuat hubungan kedua negara kita dinamis di berbagai bidang, mulai dari pasokan listrik dan air, pengembangan pelabuhan, pencegahan bencana, medis, pendidikan, hingga pendidikan bahasa Jepang.
Di antara kerja sama ini, hubungan ekonomi dan bisnis ibarat "benang pakan" penting yang mendukung pembangunan kedua negara lebih lanjut. Jepang memiliki pasar yang berskala besar dan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan investasi modal perusahaan swasta yang mencapai rekor tertinggi. Saya percaya bahwa peningkatan investasi langsung antara kedua negara dan revitalisasi kegiatan ekonomi akan semakin memperkaya tenunan "benang pakan" ini. Pemerintah Jepang juga secara aktif menarik investasi asing, termasuk melalui "Program Promosi Investasi Langsung ke Jepang 2025", dan mendukung perusahaan asing untuk bisa masuk ke pasar Jepang melalui JETRO.
Makanan dan sake Jepang yang kami hidangkan hari ini juga merupakan pertukaran budaya sebagai salah satu "benang pakan". Untuk para hadirin sekalian, nanti silakan menikmati washoku dan sake Jepang.
Sebagaimana sudah saya sampaikan, hubungan Jepang-Indonseia ibratanya tenunan yang dijahit dengan menyilangkan benang lungsi yang dinamis dan benang pakan yang berwarna dari posisi penenun.
Hubungan yang telah terjalin dengan dinamis dan berwarna-warni perlu kita membuat lebih kokoh dan indah, serta meneruskan ke generasi berikutnya. Itulah misi utama kita.
Saya bersama rekan-rekan Konsulat Jenderal Jepang di Medan akan terus menenun kain persahabatan kita dengan "benang lungsi" dan "benang pakan" yang beragam dan dinamis. Untuk itu, saya memohon dukungan dan kerja sama dari para hadirin sekalian.
Meskipun masyarakat Jepang dan Indonesia secara geografis terpisah, kita adalah "sahabat dari hati ke hati"yang terhubung secara mendalam. Marilah kita berjalan bersama menuju masa depan dengan bergandengan tangan.
Akhir kata, semoga hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia akan terus berkembang dengan kuat untuk selama-lamanya, dan untuk para korban yang terdampak banjir bandang, saya berharap agar kondisi segera membaik dan terwujud masa depan yang cerah dan penuh harapan.
Terima kasih.
